Kenapa ada kebohongan yang membuatku tak bisa membedakan kejujuran yang nyata. Aku bingung ketika harus dihadapkan pada sebuah pilihan. Karena aku tidak tahu dimana letak kejujuran yang nyata.
Aku tak tahu harus berpihak pada siapa. Ketika ku memilih pergi, ada dua hati yang tersakiti. Tapi ketika ku memilih satu hati. Ada hati lain yang teriris.
Tuhan jika saja kau perlihatkan kejujuran mungkin aku tak harus memilih. Jika saja kejujuran kau terangkan mungkin tiada hati yang terselimuti petang.
Waktu tak dapat terulang. Bekas bara kan melekat, air selalu mengalir dan angin selalu berhembus.
Titian yang kutapaki dapat hilang tergerus waktu. Kembali, membuatku harus kehilangan tujuan dan jalanku. Berlari menuju pagi, namun senja selalu datang.
Petang selalu hadir menemani waktu tuaku. Dimana aku harus bersikap, dimana letak kesombonganku yang telah hilang ditelan kantuk.
Mereka berbisik dibalik dinding yang aku bangun. Jika aku tak kuat, dinding roboh ditengah pengerjaanku. Mata, tangan dan kaki dapat melihat jelas. Tapi telinga tertutupi. Hati mengisak tangis.
Air mata kering terbendung ego. Jauh hari aku bersiap. Hari ini ku harus menyerah. Tuhan hadirkan senyuman dan bahagia di hidupku.
#Ferdians
Komentar
Posting Komentar